| Perlukah Tinggal Serumah Sebelum Menikah ?? |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Wednesday, 01 June 2011 05:56 |
|
Wajahnya yang cantik terpampang dalam identitas penulis, sehingga membuat member lainnya tertarik untuk memberi pelbagai komentar didalam forum tersebut. Halaman penuh dengan komentar yang memuji, dan banyak sekali mendukung dan bahkan beberapa komentar lain juga ikut memberi komentar negatif, tak ayal lagi, topik tersebut penuh sesak dengan berbagai saran dan kritik dibandingkan topik-topik lainnya. Membaca berbagai saran dan dukungan yang diberikan oleh pelbagai pihak sangat menyesakan dada, generasi kita seakan-akan telah kehilangan prinsip dan identitasnya. Pikiran-pikiran positif menjadi tabu untuk dibicarakan, pemikiran yang berlandaskan nafsu semata menjadi suatu post trend dikalangan remaja kita saat ini. Petimbangan secara seksual lebih mendominasi dibandingkan pemikiran yang berlandaskan pada kewaspadaan. Kebanyakan dari mereka mencoba mengangkat sebuah gaya hidup modern dengan mengesampingkan nilai-nilai yang ada pada manusia itu sendiri yang disebut-sebut sebagai manusia yang berbudaya (mempunyai akal dan budi -nilai-nilai luhur). Mereka menganggap ini adalah sebagai keputusan “gaya hidup” sebagai suatu pilihan. Benarkah? Pikirindong berusaha mengupas masalah ini secara lebih mendalam. Banyak pasangan cinta melakukan hidup serumah dengan pasangannya tanpa terikat dengan pernikahan dengan berbagai alasan; * Untuk penghematan uang, mereka berpikir bahwa dengan tinggal bersama maka beberapa kebutuhan individu dapat dihemat dengan tinggal secara bersama, misalnya untuk biaya menyewa tempat tinggal. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan sebelum Anda memilih untuk tinggal bersama dengannya sebelum menikah; * Nilai-nilai yang terdapat pada agama. * Tinggal bersama sebelum menikah berarti pelecehan terhadap lembaga perkawinan yang lebih suci dan diakui oleh Tuhan. * Seks pranikah atau tinggal bersama bukanlah jaminan keutuhan dan keberlangsungan hubungan. * Tinggal bersama sebelum menikah akan membentuk karakter pemalas secara emosional. * Tinggal bersama sebelum menikah berarti menciptakan celah terhadap penghindaran komitmen. * Pilihan untuk tinggal serumah sebelum menikah, lebih banyak berdampak negatif yang dapat merugikan keduabelah pihak, pria yang fobia terhadap komitmen mungkin bersembunyi dibalik tembok hidup bersama untuk bisa menikmati keintiman yang mereka ciptakan atau bahkan cara ini digunakan oleh pria untuk tidak dipaksakan oleh pasangannya untuk terikat pada komitmen final perkawinan. Selain faktor-faktor lain yang menjadi pertimbangan sebelum Anda memutuskan untuk tinggal bersama ada beberapa faktor konflik yang tak terduga yang dapat muncul setiap saat; * Finansial; Tidak ada komitmen yang terbentuk bahwa seseorang harus menanggung biaya-biaya tertentu, seperti biaya listrik, air, asuransi, biaya sewa rumah dan lain-lain. Hal ini swaktu-waktu dapat menjadi konflik yang tak terduga. * Barang-barang pribadi. Tidak semua barang-barang Anda dapat disukai oleh pasangan Anda. Dapat saja barang-barang tersebut menjadi sumber konflik yang samasekali tidak Anda perkirakan sebelumnya. * Kehamilan. Tidak semua pasangan menyukai kemunculan “orang baru” dalam rumah mereka. Kebanyakan mereka tidak berkomitmen tidak mempunyai anak dalam hubungan mereka. Kehamilan merupakan hal yang sangat ditakuti oleh beberapa pasangan karena ini dapat menjadi aib, penambahan beban secara finansial, kesiapan mental dan fisik dalam mengurus bayi. Solusi yang diambil pasti Aborsi, kita tahu bahwa aborsi selain dilarang juga sangat membahayakan bagi pasangan perempuan terutama pada organ reproduksinya baik secara langsung maupun tidak langsung. * Penilaian negatif masyarakat. Tidak ada alasan yang seharusnya dapat dibenarkan pada pasangan yang tinggal serumah tanpa ikatan perkawinan. Dampak sosial yang lebih buruk membuat masyarakat sekeliling Anda sangat memusuhi Anda, kecuali bila Anda tinggal di lingkungan yang permisif. * Tidak ada komitmen untuk saling mengikat. Biarpun Anda menyusun komitmen-komitmen bersama, belum tentu komitmen tersebut dapat melindungi Anda dari berbagai tindakan kekerasan atau pelecehan yang mungkin saja dapat timbul. Hal terburuk yang dapat terjadi adalah sewaktu-waktu Anda dapat disuruh meninggalkan tempat tinggalnya karena diakibatkan konflik yang terjadi secara terus menerus atau mungkin yang lebih mengerikan….pasangan anda sudah punya yang baru. Komitmen yang Anda buat bukanlah komitmen yang muncul dari norma dan nilai yang muncul dalam masyarakat….. http://putricantiq.wordpress.com/2009/01/13/perlukah-tinggal-serumah-sebelum-menikah/ |
News flash
|
| Read more... |
Polls
Who's Online
Visitors









![]() | Today | 109 |
![]() | Yesterday | 350 |
![]() | This week | 109 |
![]() | Last week | 3633 |
![]() | This month | 13217 |
![]() | Last month | 19258 |
![]() | All days | 595974 |
Your IP: 38.107.179.213
,
Today: May 21, 2012















