Adzan: Panggilan Sholat PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Administrator   
Monday, 25 April 2011 19:15

Setiap menjelang waktu sholat, selalu terdengar sebuah seruan yang merdu dan indah dari sang muadzin. Diucapkannya kalimat-kalimat Allah Subhanahu wa ta’alaa dan seruan untuk kaum muslim agar segera melaksanakan sholat. Itulah adzan yang merupakan lafadz khusus yang diamalkan kaum muslim sebagai tanda masuknya sholat wajib, baik sholat munfarid maupun berjamaah.

Adzan sebagai panggilan suci dari Allah Subhanahu wa ta’alaa memiliki makna selain sebuah seruan sholat, yaitu suatu simbol akan penyatuan dan penyeruan umat menuju kehidupan bahagia di dunia dan akhirat.

Adzan pertama kali dikumandangkan di Madinah oleh Bilal bin Rabah pada tahun pertama hijriah. Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Zaid dan Umar bin Khattab sebelumnya telah bermimpi tentang lafadz adzan. Ketika mereka memberitahukan mimpi tersebut pada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau langsung menyuruh Bilal bin Rabah untuk menyerukan adzan. Latar belakang adzan ini sudah tentu untuk memanggil orang-orang untuk berkumpul dan sholat berjamaah di masjid Madinah Al Munawarrah.

Orang yang menyerukan adzan disebut muadzin. Adzan harus dilafadzkan oleh seorang laki-laki beragama Islam, berakal, dan melakukannya saat masuknya waktu sholat. Selain syarat-syarat tersebut, muadzin yang melafadzkan adzan dalam bahasa Arab itu haruslah suci dari hadas besar, hadas kecil, dan najis. Ketika mengumandangkan adzan, suara muadzin hendaknya lantang namun merdu dan nyaring, sambil menghadap ke arah kiblat.

Adzan sebagai syariat dalam Islam bukan saja sebagai seruan untuk sholat, namun juga seruan yang dikumandangkan saat-saat waktu atau peristiwa tertentu, yaitu ketika bayi baru dilahirkan dan ketika jenazah dikebumikan. Oleh karena itu, adzan juga merupakan suatu doa dan dzikir untuk memohon kepada Allah Subhanahu wa ta’alaa.

Lafadz adzan sebagai berikut:

Allah hu Akbar (4x) – Allah Maha Besar
Ash-hadu alla ilaha illallah (2x) – Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah
Ash-hadu anna Muhammadar rasulullah (2x) – Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah
Hayya ‘alasholah (2x) – Marilah mendirikan solat
Hayya ‘alal-falah (2x) – Marilah menuju kejayaan
*As-solatu khayru minan naum (2x) – Solat itu lebih baik dari tidur (khusus untuk adzan sholat subuh)
Allah hu Akbar (2x) – Allah Maha Besar
La ilaha illallah (1x) – Tiada Tuhan selain Allah

Jelaslah bahwa dalam lafadz adzan itu merupakan seruan yang lengkap akan ajaran ketauhidan bagi kaum muslim. Yaitu mengangungkan nama Allah, mengakui keesaannya, serta mengakui Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan Allah Subhanahu wa ta’alaa. Dengan mengamalkan kandungan adzan tersebut, semoga saja selalu bisa menambah keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa ta’alaa.

http://cahyaislam.wordpress.com/2009/05/13/adzan-panggilan-sholat/#more-280


 

Add comment


Security code
Refresh