| Cinta Menurut Al Quran |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Thursday, 20 January 2011 17:48 |
|
Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga : Dalam Qur’an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya: 2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah 3. Cinta mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama. 4. Cinta syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil 5. Cinta ra’fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan 6. Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut term ini ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33) 7. Cinta syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur’an tetapi dari hadis yang menafsirkan al Qur’an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il tihab naruha fi qalb al muhibbi 8. Cinta kulfah. yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur’an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286) Sumber : www.kompas.com |
News flash
Saudariku, dimanapun dan sedang berbuat apapun kita, sesungguhnya Allah Maha Melihat lagi Maha Mengetahui. Itulah asas |
| Read more... |
Polls
Who's Online
Visitors









![]() | Today | 77 |
![]() | Yesterday | 689 |
![]() | This week | 1098 |
![]() | Last week | 3633 |
![]() | This month | 14206 |
![]() | Last month | 19258 |
![]() | All days | 596963 |
Your IP: 38.107.179.213
,
Today: May 23, 2012















