| Membaca Hasil Analisa Sperma |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Thursday, 26 August 2010 18:53 |
|
PEMERIKSAAN PARAMETER SPERMA Parameter-parameter sperma dapat dinyatakan secara : Yang akan dibahas berikut adalah pemeriksaan parameter-parameter sperma pada analisa sperma dasar (rutin). Analisis sperma dasar dilakukan menurut tahapan sebagai berikut : 1. Pemeriksaan makroskopis. Setelah proses likuefaksi selesai, ditentukan parameter sebagai berikut : 2. Pemeriksaan mikroskopis INTERPRETASI SPERMIOGRAM
Interprestasi spermiogram sampai saat ini adalah berdasarkan pada 3 parameter pokok, yakni : 1. Jumlah spermatozoa/ml 2. Persentase spermatozoa motil 3. Persentase spermatozoa berbentuk normal Dengan perkataan lain, penilaian dititik beratkan pada spermatozoa. Walaupun demikian, parameter-parameter sperma yang lain tidak selalu dapat kita abaikan nilainya. Misalnya sperma yang tidak mengandung spermatozoa dengan volume kecil dan pH asam, memberikan dugaan suatu kelainan konginital tertentu dari sistem reproduksi pria. Jumlah spermatozoa/ml Jumlah spermatozoa/ml yang menjadi pegangan untuk dikatakan cukup, kurang ataupun berlebih adalah 20 juta/ml. Istilah yang dipakai adalah sbb : 0 Juta/ml disebut Azoospermia PROSENTASE SPERMATOZOA MOTIL Kualitas pergerakan spermatozoa disebut baik bila 50% atau lebih spermatozoa menunjukkan pergerakan yang sebagian besar adalah gerak yang cukup baik atau sangat baik (grade II/III). Gradasi menurut W.H.O. untuk pergerakan spermatozoa adalah sebagai berikut : 0 = spermatozoa tidak menunjukkan pergerakan 1 = spermatozoa bergerak ke depan dengan lambat 2 = spermatozoa bergerak ke depan dengan cepat 3 = spermatozoa bergerak ke depan sangat cepat Bila spermatozoa yang motil kurang dari 50%, maka spermatozoa disebut astenik. Istilah yang digunakan adalah Astenozoospermia. PERSENTASE MORFOLOGI NORMAL Spermatozoa disebut mempunyai kualitas bentuk yang cukup baik bila ≥ 50% spermatozoa mempunyai morfologi normal. Pemeriksaan morfologi men-cakup bagian kepala, leher dan ekor dari spermatozoa.
Parameter sperma yang lainnya juga mempunyai nilai informatif untuk penilaian fungsi kelenjar Seks asesori pria, sehingga perlu dicantumkan dalam spermiogram. Parameter-parameter tersebut adalah : 1. Volume : Umumnya 2 – 4 ml. 2. Warna : Lazimnya putih keabuan agak keruh, atau sedikit kekuningan. 3. Bau : Khas spesifik sperma, atau “langu” 4. pH : 7.2 – 7.7 5. Koagulum : Normal terdapat sesaat setelah sperma diejakulasi dan tidak tampak lagi setelah 20 menit, oleh karena proses likwefaksi telah selesai.
Bila proses likuefaksi belum selesai/sempurna dalam waktu 20 menit, kita sebut waktu likuefaksi memanjang. 6. Viskositas : - Normal : waktu tetesan 1 – 2 detik 7. Aqlutinasi : - Normal : tidak terdapat aqlutinasi sejati. 8. Lekosit : - sebagai batasan, sperma normal tidak mengandung lekosit lebih dari satu juta/ml. Sperma yang mengandung lebih dari 1 juta lekosit per ml disebut sebagai sperma yang mengalami pencemaran.
http://klinikandrologi.blogspot.com/2008/06/membaca-hasil-analisa-sperma.html |
News flash
Rasulullah bersabda, |
| Read more... |
Polls
Who's Online
Visitors









![]() | Today | 111 |
![]() | Yesterday | 689 |
![]() | This week | 800 |
![]() | Last week | 3335 |
![]() | This month | 14240 |
![]() | Last month | 19258 |
![]() | All days | 596997 |
Your IP: 38.107.179.210
,
Today: May 23, 2012















