Upgrade Performa Kawasaki Ninja 150 PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Administrator   
Tuesday, 19 April 2011 09:00

 

Hallo MotoBike, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan : 1. Knalpot motor telah dibobok, masih pengaruh tidak sistem HSAS ? 2. Sebaiknya HSAS dibuka atau dibiarkan saja dan apa pengaruhnya pada sistem KIPS dan mesin? 3. Untuk menaikkan peforma saya telah ganti karbu pwl 28, reed valve karbon dan perkopling racing. apakah perlu mengganti koil dan CDI ? sebaiknya menggunakan produk apa? 4. Final gear berapa yang cocok untuk pemakaian harian ? Terima kasih Semoga MB berkenan menjawab pertanyaan saya ini.


Jawaban :

Hallo juga Ricky, selamat bergabung di mymotobike.com. Langsung saja dijawab pertanyaannya .


1. Piranti HSAS (High Performance Secondary Air System) berfungsi untuk menyuntikkan langsung udara bersih langsung ke dalam exhaust chamber. Sehingga HSAS mempercepat reaksi oksidasi dalam catalytic converter dengan cara menginduksikan udara segar ke dalam campuran gas sisa pembakaran, serta membentuk gas yang padat oksigen. Nah dengan membobok knalpot sebetulnya tidak berhubungan dengan HSAS (Gbr. 1). Tetapi hanya menghilangkan fungsi catalytic converter yang terdapat di knalpot. “Posisi HSAS berada di sebelah kiri blok mesin,” ucap Barutoyo Tri Hastomo alias Si Mas pebengkel spesialis Kawasaki Ninja 150 R/RR, Pitstop TPZ.

2. Jika sudah aplikasi knalpot bobok ataupun free flow, maka HSAS dapat di malfungsikan. Jika sudah membobok knalpot sebaiknya HSAS tidak difungsikan lagi. Caranya lepas HSAS, lalu tukar dengan tutup super Kips yang dijual di dealer resmi Kawasaki seharga Rp 50 ribu-an (Gbr. 2). Dengan menon-aktifkan HSAS, langsam mesin jadi stabil. Tarikan juga lebih responsif,” terang Si Mas yang praktek di Komp. Sandang, D. 10, RT 01 / 011, Kemanggisan, Jakbar (depan kampus Bina Nusantara Syahdan).

3. Okeh sobat Ricky telah aplikasi karbu Keihin PWL 28, reed valve atau katub buluh dan per kopling. Tentu perlu ganti koil dan CDI non limiter. “Untuk koilnya bisa comot koil Yamaha YZ 125 seharga Rp 500 ribu dan CDI nya pakai CDI Denso tipe 1454 (Gbr. 3). CDI Denso ini tergolong susah didapat, kebetulan saya stok beberapa unit, lewat order ke tim drag bike di Jepang yang kerap aplikasi CDI Denso 1454. Harganya Rp 2 juta sudah berikut ongkos pasang,” rinci pria asli Semarang yang kawakan di dunia balap liar 2-tak Jakarta ini.

4. Konfigurasi gear yang cocok untuk pemakaian harian menurut Si Mas adalah 15/39 (Gbr. 4). “Pakai perbandingan gir ukuran 15/39 sudah cukup dan tidak membuat betotan rpm menjerit. Gir bermata 15 comotan milik Yamaha RX King, sedangkan gir 39 pakai produk aftermarket. Total harga satu set gir tersebut Rp 350 ribu,” sebut Si Mas yang kerap jadi rujukan sejumlah klub Kawasaki Ninja 150 R/RR.

 

http://mymotobike.com/q_and_a/read_question/6121/2011/02/28/Upgrade_Performa_Kawasaki_Ninja_150


 

Comments 

 
0 #1 agriawan 2011-08-14 11:44
ga da efek samping untuk pelepasan HSAS??
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh