| Beberapa Taktik Sniper |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Friday, 07 January 2011 08:50 |
|
Selain keahlian menembak, penembak runduk memerlukan keahlian dasar infanteri, kemampuan survival pada kondisi alam yang sulit, memiliki insting dan kesabaran yang tinggi. Seni penembak runduk harus dipelajari dengan serius dan latihan yang rutin dan berlanjut. Latihan menembak tepat (marksman) dalam jarak jauh, serta keahlian menyatu dengan alam untuk memperkecil risiko operasi. Misi Primer, dalam pertempuran untuk mendukung operasi tempur dengan melaksanakan penembakan tepat jarak jauh atas target pilihan. Dengan misinya, dapat melukai serdadu lawan, memperlambat gerakan lawan, membuat pasukan lawan menjadi takut dan menekan moralnya, serta mengacaukan operasi lawan. Misi Sekunder, mengumpulkan dan melaporkan informasi medan tempur. Penembak runduk yang terlatih baik, kombinasi antara senapan dan amunisinya secara inherent, merupakan penunjang bagi komandan pasukan infanteri dilapangan. Yang penting bagi penembak runduk jangan mengukur jumlah korban yang diakibtakan, tetapi lebih kepada efek yang ditimbulkannya. Penembak runduk dapat saja merupakan nggota dari unit yang didukungnya, atau sebagai personil tambahan yang diambil dari unit lain. Peran penembak runduk sangat unik dimana ia harus dapat menembak sasarannya pada jarak diluar jarak efektif senapan serbu biasa. Lebih lanjut lagi, apabila sasaran berada ditengah-tengah kerumunan personil sipil, atau dalam misi anti huru-hara. Penggunaan senapan otomatis dalam sebuah operasi dapat melukai atau membunuh personil non-tempur. Penembak runduk dioperasikan dalam berbagai tingkatan konflik. Termasuk serangan konvensional dan dalam posisi bertahan dimana penembakan presisi dilakukan dalam jarak jauh. Termasuk juga dalam misi patroli, penyergapan, operasi kontra-sniper, elemen observasi depan, operasi militer diwilayah urban, dan operasi lainnya dimana penembak runduk merupakan bagian dari pasukan atau tinggal di belakang posisi pasukan lawan. Calon peserta latihan penembak runduk harus disaring secara cermat. Komandan harus menyaring record individu untuk menentukan personil yang potensial menjadi penembak runduk. Petunjuk dasar penyaringan calon penembak runduk diantaranya: 1. Penembak tepat (Marksman). Peserta latihan sniper harus memiliki standar penembak tepat. Memiliki catatan kualifikasi tahunan yang tinggi. Sering mengikuti perlombaan menembak tahunan atau memiliki latar belakang hobi berburu. Dua hal penting lainnya selain yang tertera diatas. 1. Keseimbangan emosi. Mampu mengontrol emosi, sabar dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk dalam melakukan rencana penembakan atas target. TANGGUNG JAWAB SNIPER DAN OBSERVER. Setiap anggota tim sniper memiliki tanggungjawab yang spesifik. Hanya dengan latihan yang berulang dan berkelanjutan tim dapat menjadi kompak dan mengetahui beban tanggungjawabnya masing-masing (penembak dan petugas observasi). 1. Tanggungjawab Sniper : menentukan posisi yang nyaman dan aman. Mengidentifikasi dan melokalisir target. Menghitung jarak dengan target, elevasi dan pergerakan angin. Mempersiapkan kondisi kesiagaan untuk menembak, mengatur nafas, mengendalikan picu senapan. Mnentukan saat yang tepat untuk menembak, dan bila diperlukan mempersiapkan aksi penembakan berikutnya. TEKNIK TIM PENEMBAK. Tim sniper harus mampu bergerak dalam kondisi medan pertempuran. Misinya melakukan penembakan secara tepat dan terukur. Diperlukan koordinasi tim secara kompak antara sniper dan observer secara bersama untuk: * Memperhitungkan efek cuaca terhadap balistik. TEKNIK LAPANGAN Misi utama tim sniper untuk mengeliminasi target yang ditentukan dengan ketepatan penembakan jarak jauh. Seberapa sukses tim sniper melaksanakan misinya akan bergantung pada pengetahuan, pengertian dan aplikasi dari berbagai teknik lapangan yang memungkinkannya untuk bergerak, bersembunyi, melakukan observasi dan mendeteksi target. KAMUFLASE. Bentuk-bentuk teknik penyamaran dan perlengkapan penyamaran, termasuk perlengkapan pakaian seperti baju ghillie. INDIKATOR TARGET. Mengetahui berbagai berbagai indicator yang dapat menjadikannya sebagai taret musuh seperti, suara bising, kilatan yang ditimbulkan oleh peralatan yang dibawanya, termasuk pantulan cahaya dari kulit badan dan gerakan mata, bebauan (bau badan, bau asap rokok dan lain-lain), gerakan yang mudah terdeteksi, bentuk dan warna perlengkapan penyamaran, kondisi hewan yang ada disekitarnya dan hal-hal lain yang dapat menimbulkan perhatian orang. ATURAN GERAKAN. Saat bergerak, tim sniper harus selalu ingat akan aturan gerakan; 1. Selalu berasumsi bahwa daerah dimana tim berada, sedang dalam pengawasan lawan. TEKNIK GERAKAN INDIVIDU. Teknik ini digunakan oleh tim sniper untuk bergerak tanpa terdeteksi. Teknik ini mencakup; sniper low crawl, medium crawl, high crawl, hand-and-knees crawl, dan berjalan. Low Crawl Medium Crawl High Crawl Hand and Knee Crawl Walking GERAKAN TIM SNIPER DAN NAVIGASI. 1. Komandan elemen keamanan merupakan komandan tim sniper saat ia bergabung. Saat berada didaerah operasi, tim sniper akan memisahkan diri dari elemen induknya dan beroperasi sendiri. Dua contoh pemisahan tim sniper dari elemen keamanan : * Tim sniper menyiapkan perlengkapan penyamarannya (ghillie suit dan menyamarkan kulit tubuhnya yang terbuka seperti muka) serta peralatannya. 2. Elemen keamanan melaksanakan pengamanan singkat pada titip perpisahan. Tim sniper berhenti, memastikan mereka dalam posisi yang baik, aman dan mengetahui posisi masing-masing. Kemudian tim pengaman meninggalkan lokasi, tim sniper tetap dalam posisinya sampai elemen pengaman memastikan areal tersebut dalam keadaan aman. Tim sniper kemudian akan menyiapkan diri untuk bergerak sesuai dengan tuntutan operasinya. Sistem pemisahan ini dalam teori dikenal dengan sebutan situasi MOUT. Saat memilih rute, tim sniper harus ingat akan kemampuan dirinya. 1. Hindari posisi diketahui musuh dan hindari halangan medan. Saat tim sniper bergrak, harus selalu berasumsi bahwa daerah operasi berada dalam pengawasan lawan. Karena tim sniper yang kecil dengan firepower terbatas, tim hanya menggunakan satu formasi yaitu formasi gerakan sniper. Karakteristik formasi antara lain: 1. Observer menjadi pointman (yang didepan) dan sniper mengikutinya. Tim sniper harus berupaya untuk tidak melakukan kontak senjata dengan pihak lawan, Ia harus senantiasa siaga tetapi bukan untuk menghadapi pertempuran. Beberapa aksi tim sniper diantaranya: 1. Kontak visual. Bila tim sniper melihat kehadiran musuh, tetapi musuh tidak melihatnya, upayakan untuk diam, bila masih memiliki waktu, sebaiknya berbuat: * Membuat/mencari tempat perlindungan. 2. Penghadangan. Dalam penghadangan, tim sniper harus menghentikan kontak secepatnya. Contoh untuk menghadapi situasi semacam ini: * Observer melakukan penembakan cepat kearah lawan. 3. Tembakan tidak langsung. Reaksi atas tembakan tidak langsung (artileri/mortar), tim harus bergerak keluar dari areal tersebut secepatnya. Gerakan seketika ini akan menimbulkan lokasinya akan diketahui. Maka, tim tidak saja bereaksi atas efek tembakan tidak langsung tersebut, tetapi juga melakukan menyembunyikan gerakannya. * Ketua tim membawa tim keluar dari daerah penembakan melalui jalur yang tercepat dengan memberi arahan mengenai arah dan jarak (gunakan kode jam: arah jam 3, arah jam 5 dsb.). 4. Serangan udara. * Anggota tim memastikan perlindungan yang terbaik untuk bersembunyi. 1. Lokasi dan arah aliran arus. Hal-hal diatas merupakan sebagian dari kemungkinan situasi yang akan dihadapi oleh Tim Sniper dalam menjalankan operasinya. http://bluefame.com/ |
News flash
|
| Read more... |
Polls
Who's Online
Visitors









![]() | Today | 343 |
![]() | Yesterday | 400 |
![]() | This week | 1764 |
![]() | Last week | 3633 |
![]() | This month | 14872 |
![]() | Last month | 19258 |
![]() | All days | 597629 |
Your IP: 38.107.179.211
,
Today: May 24, 2012















