| Jangan Mencari Cara Mudah |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Tuesday, 27 December 2011 11:31 |
|
Seorang manager senior mendesak saya untuk berkompromi. Itu seperti meminta saya untuk memilih jalan yang lebih empuk dan mendaki gunung itu perlahan-lahan dengan kelompok itu. Saya memikirkan sarannya, tapi memilih jalan yang lebih curam. Saya tahu, jika saya memilih cara yang lebih mudah dan mendaki perlahan-lahan, saya mungkin akan menyerah sebelum mencapai puncaknya. Saya tahu, saya orang yang lemah. Tapi orang-orang saya percaya pada saya. Pilihan saya atas jalan yang lebih empuk juga akan lebih memudahkan mereka. Tapi jalan ini tak akan membawa kami ke kebahagiaan sejati.
Saya lalu membulatkan tekad. Karena mempunyai keyakinan yang kuat, bahwa inilah jalan yang tepat, saya memutuskan untuk langsung mendakinya sampai ke puncak, tidak peduli securam apa pun jalannya. Atau sekeras apa pun cuaca yang mungkin kami hadapi. Sejak itu, saya selalu berusaha sekeras mungkin dengan diri saya, begitu juga dengan orang-orang lain sehingga kami semua bisa mencapai puncak gunung itu bersama-sama. Jalan empuk tidak selalu menghantar kita ke tujuan kita. Saya tak pernah salah jalan dengan keyakinan ini. A Passion for Success Pikiran Berkembang Hanya Kalau Digunakan Jika Anda menemukan diri Anda terus menolak fakta-fakta, atau Anda terus berusaha mengubahnya untuk mendukung keyakinan-keyakinan Anda, tanyakan pada diri sendiri, “Mengapa saya begitu sulit menerima informai ini? Apakah pikiran saya logis, atau saya membiarkan emosi-emosi saya mengaburkan penilaian-penilaian saya?” Anda akan membuat kesalahan terbesar jika membujuk diri Anda untuk menerima kebenaran palsu. Membohongi orang lain adalah perbuatan yang tidak pantas. Jika Anda membohongi diri sendiri, bencana pasti akan segera mengikuti. Pikiran yang tertutup tersandung pada karunia kehidupan tanpa bisa mengenalinya Jangan membiarkan diri menjadi orang yang mempunyai kebiasaan jalani saja apa yang ada dan membiarkan segala sesuatu dalam hidup ini terjadi dengan sendirinya. Ambil rute baru dalam perjalanan ke kantor, susun potongan-potongan gambar, lebih baik baca suratkabar daripada nonton tv, atau pergi ke museum pada jam makan siang. Hal ini bisa merangsang proses pemikiran Anda ke arah kemungkinan-kemungkinan baru. Miliki Pikiran Anda dan Anda segera akan mendapatkan imbalan yang seimbang Ingat, Pikiran tumbuh jadi kuat karena digunakan. Napoleon Hill senang bercerita tentang kakeknya, seorang pembuat gerobak di Carolina Utara. Jika kakeknya membuka tanah untuk menanam sesuatu, ia selalu meninggalkan beberapa pohon ek di tengah-tengah padang, tanpa dilindungi pohon-pohin lain di dalam hutan. Dari pohon-pohon inilah kakeknya membuat roda gerobak. karena dipaksa berjuang melawan alam yang keras, pohon-pohon ini tumbuh menjadi cukup kuat untuk menahan beban-beban terberat. Sambutlah tantangan-tantangan yang sulit, karena peluang terbesar akan datang dari tantangan yang memaksa Anda untuk memperluas pikiran di saat mencari solusi kreatif. Selama berjam-jam kehidupan yang paling suram, coba menghibur diri karena pada kenyataannya, Anda sedang menguatkan diri lewat perjuangan sehingga di masa depan Anda siap menghadapi tantangan-tantangan yang lebih besar lagi. Seperti halnya pohon ek tua itu, Anda tumbuh menjadi kuat hanya jika dipaksa untuk berjuang Jangan Mencari Cara Mudah. |
News flash
|
Inilah yang terjadi pada Sari Meutia, seorang istri yang sempat merasa hidupnya too good to be true, lalu tiba-tiba berbalik total. Suaminya divonis mengalami gagal ginjal terminal-nyaris tanpa aba-aba sebelumnya-sekitar empat puluh hari sejak kepulangan mereka dari ibadah haji di tanah |
| Read more... |
Polls
Who's Online
Visitors









![]() | Today | 347 |
![]() | Yesterday | 400 |
![]() | This week | 1768 |
![]() | Last week | 3633 |
![]() | This month | 14876 |
![]() | Last month | 19258 |
![]() | All days | 597633 |
Your IP: 38.107.179.212
,
Today: May 24, 2012








Samudera perih seluas apa yang membadai di hati seorang istri, saat ia harus menjadi pendamping setia bagi suaminya yang tengah berjuang membunuh penyakit yang kronis?







